Hyo jin menyerah, ia kembali berlari menuju kamarnya . bruuuuk!!!!! Dibantingnya pintu kamar kencang2. Lalu ia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Mengumpat dalam hati dan menangis sejadi jadinya. Ia benci menjadi seorang anak yang selalu sja mengikuti tradisi. Tradisi yang menurutnya sangat kolot di era sekarang ini.
14;00
Matanya sembab, hampir 5 jam ia menangis. Ia bangun dari tempat tidurnya, lalu berjalan menuju pintu kamarnya. Ia mencoba untuk membukanya, tapi pintu itu sudah dikunci dari luar. “Arghhhhh!! “ teriaknya. “lama2 bisa gila gw kalo kea gini terus!!!!!!!!!” ia berjalan menuju meja rias , lalu ia melempar semua barang yang ada dihadapannya. Setelah puas, ia memandang wajahnya di cermin. Sangat kacau, desisnya.
Kreek…..
Hyo jin menoleh, ada seseorang yang masuk kekamarnya. Ia dating sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman, Ia tersenyum, lalu menaruh nampan itu di atas tempat tidur. Lalu berjalan menghampiri Hyo Jin. “Mau apa lagi kau?” bentaknya. “makanlah…..kau pasti lapar….sudah sejak semalam kau belum makan!” rayunya. “apa pedulimu?” tanyanya. Joon menghapus airmata Hyo Jin. “aku peduli hyo jin…..!” katanya serya memeluk tubuh hyo jin. Gadis itu kembali terisak……
Hyo jin terus menggerutu, hari ini adalah hari pertamanya pindah kesekolah yang baru. Sekolah yang bertaraf internasional yang mempunyai tingkatan dari sekolah dasar sampai universitas. Yang biasanya diisi oleh anak2 bangsawan atau apalah Hyo jin benci untuk memikirkannya. Apalagi gelar kebangsawanannya yang ia peroleh dari keluarganya. Ingin rasanya ia terlahir kembali sebagai seorang anak yang biasa2 saja, ordinary….pasti lebih menyenangkan. Pikirnya.
Hae won yang duduk disamping onnienya itu, tertawa melihat aksi murung kakanya. “Nani ga arimasuka? Ada yang salah denganku?” Tanya onnienya. “aniyo…heheheh!” hae won pura2 memandangi notebooknya. Hyo jin mendengus, ia menoleh kebelakang, terdapat 2 buah mobil BMW yang dengan setia mengikuti laju mobil yang ia kendarai . Lalu ia memeperhatikan 2 mobil yang sama berada di depannya. Aish…..desisnya.
Kyung Hee complex school….
Hyo jin dan hae won turun dari van itu, 2 gadis itu berpisah di koridor kelas. “Onnie…aku duluan ya!” pamit hae won. Hyo jn tak bergeming, ia tetap acuh. Hae won kembali tertawa melihat tingkah onnienya itu. 4 bodyguard masih setia mengikuti tiap langkah Hyo jin. Membuatnya tidak bebas bergerak.
Park Hyo Jin…atau hyo jin adalah gadis berusia 17 th kelahiran Okinawa Jepang ini. Dilahirkan sebagai seorang bangsawan dari keluarga Jepang dan Korea yang terpandang. Ia telah terbiasa berpindah-pindah tempat tinggal sejak lahir. Appanya yang seorang bissnisman tangguh , memaksanya untuk ikut serta kemanapun ia pergi. Hyo jin mahir menggunakan 3 bahasa, korea, jepang, dan inggris. Maka tidak heran kalo kosa kata yang ia gunakan sering bersatu pau, bahkan kadang terdengar sangat aneh…
Hyo jin masih memegangi denah sekola, ia mengamatinya dengan seksama . Mencari letak kelas barunya. Gadis itu berhenti berjalan. “stooopp!!! Kalian cukup sampai disini! Toh aku juga gak akan kabur dari sini. Bukankah pengamanan disini diatas rata2?” perintah hyo jin. Para bodyguard itu nampak berpikir, lalu serentak mereka menganggukan kepalanya, tanda setuju.
“bye..!” kata hyo jin. Gadis itu melenggang pergi, mengitari setiap jengkal sekolah terbaik di korea ini. Matanya masih terus menjelajah kedenah itu. Sesekali ia mencocokan gambar dengan aslinya. “Aish….sekolah ini menyusahkan sekali =.=’ sebenernya kelasku ada dimana sih…?” runtuknya dalam hati.
BUUUGG!!
Hyo jin menabrak seseorang , gadis itu mengerang kesakitan “gomen…” katanya, hyo jin menggeleng..”sorry..ops … mian…!” katanya. “yaaaaaaa!!!! Kau tidak tau apa kalo ku sedang terburu2?” umpat orang itu. “aku kan sudah minta maaf!!” kata hyo jin tak kalah tinggi suaranya. Hyo jin yang punya sifat tidak mau kalah, pergi berlalu meninggalkan orang yang tadi ditabraknya. Mengganggu moodku saja!! Runtuknya.
“aaahhhh… itu dia!!” desis hyo jin. Gadis itu mengetuk pintu kelas itu. “masuk..!” kata seseorang didalam, kurasa itu suara seorang guru. Pikirnya. “sumimasen…!” kata hyo jin ramah…
Seisi kelas menatapnya, “anak2….perkenalkan…dia hyo jin, pindahan dari jepang !” seisi kelas langsung rebut mendengar kata jepang. “uwoooo…keren sekali!” pekik seseorang dari arah belakang. Yang berhasil membuat hyo jin tersenyum simpul..”hyo jin…silahkan perkenalkan dirimu, kau boleh menggunakan bahasa jepang..!” perintah guru itu..”ne…. ohayo….hajimemashite…watashiwa park hyo jin desu. Tokyo high school desu. Domo arigatou gozaimasu!!” kata hyo jin seraya membungkukan badannya. “ne…silahkan duduk…!” kata songsangniem itu. Hyo jin duduk disamping seorang gadis berambut sebahu.”annyoeng….kim song eun imnida….!” Sapanya. Hyo jin membalasnya dengan senyuman. Lalu dari arah belakang ada yang menepuk bahu hyo jin. “anoo…?” Tanya hyo jin. “annyoeng….park hyeo rie imnida..!” hyo jin sedikit membungkukan badanya.
Brea Time…
Hyo jin menyesap milkshakenya. Hatinya sedikt terobati karena sudah mendapat 2 teman baru. Song eun dan hyeo rie. Break time kali ini ia habiskan untuk mengitari sekolah. Bersama ke2 sahabat barunya ia menikmati setiap jengkal gedung sekolah itu. “ini dia gedung universitasnya!!” kata song eun penuh semangat. “kenapa kau semangat sekali song eun?” Tanya hyeo rie rada sinis. “waeo? Gak boleh?” katanya menimpali. “memangnya ada yang menarik disini?” Tanya hyo jin.
“hem…biar aku jelaskan…!” kata song eun
“tidak!! Aku saja!” kata hyeo rie..
“aku!!”
“Aku!!”
“aku!!”
“stooooppp!!! Memangnya segitu menariknya apa?”
“hyeo rie…. Biar aku jelaskan ok?” kata song eun akhirnya. Yang lain mengangguk “ ok…. Disekolah ini terdapat 6 orang namja yang paling popular disini! 2 orang diantaranya masih duduk dibangku SMA, 3 orang diantaranya adalah mahasiswa tingkat 1
Selasa, 29 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar